Sabtu, 28 September 2013

Dengan Rokok Ditangan

Dengan rokok di tangan
kuhisap setiap keluh kesahku
ku hembuskan setiap harapan mu menjadi mimpi
maafkan aku

Dengan rokok di tangan
kubiarkan engkau semakin membenciku
kubiarkan tak ada rindu untukku
maafkan aku tak pernah tahu
ada hatiku dalam setiap langkahmu

Sebatang Rokok

Sebatang rokok ditiap malam menemani
Sembari menunggu pagi, tarian mentari

Sebaris tembakau membakar rindu
Dalam lebatnya hati risau
Abu semakin menumpuk
Asbak penuh abu luka

Rokok tinggal sebatang dipenghujung malam
Setengahnya terbakar tinggal separuh
Kian lama pagi tak kunjung datang memenuhi janji
Akupun bertemankan malam dengan rokok ditangan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Tak Ada Lagi Air Mata


Sudah tidak ada air mata di negeriku
Menetes untuk setiap kepeng tercecar dalam tiap saku celana
Mengalir nan jauh kelemba dosa untuk para pemuda
Membasahi  kubur para saudaranya yang tak memiliki harapan

Menunggu Pagi

Menjadi manusia malam hidup dengan kedinginan
Menunggu pagi dengan cahaya mentari
Selalu setia menyinari dan menghangatkan bumi
Tapi ntah mengapa kehangatan mentari tak kurasakan dalam hati
Bahkan terangnya pun tak dapat ku lihat
Semua tetap dingin dan gelap
Sejak dia tlah membeku dan tidur lelap dalam gelap

Rabu, 11 Juli 2012

Larangan Merokok

(Larangan Merokok yang Tidak Beralasan Pada Kesehatan:"berdasarkan dampak yang tertera pada bungkus rokok" )

Bebarapa golongan masyarakat beranggapan rokok adalah sebuah benda berdampak negatif, mulai darisegi kesehatan sampai sosial masyarakat. Dari segi kesehatan rokok dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti halnya himbauan pemerintah pada setiap label rokok “Merokok dapat menyebabkan kangker, serangan jantung, impntensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Dari segi sosial rokok identik dengan dunia criminal dan kenakalan remaja (para perokok adalah orang – orang nakal dan sering melakukan tindak criminal). Bahkan ada pula beberapa orang yang mencap perokok adalah seorang pemalas, orang yang menghabiskan waktunya untuk merokok saja. Selain mencap perokok adalah pemalas, beberapa orang juga menjustifikasi perokok adalah orang egois, karena mereka merokok tanpa memperhatikan yang lain (perokok jumlahnya sedikit dari pada non perokok), mereka merokok senaknya sendiri. 

Minggu, 08 Juli 2012

Perempuan Dalam Adat Jawa

Di Indonesia dikenal sistem patriarkis, meskipun terdapat variasi corak patriarki antar budaya. Salah satu masyarakat yang kental dengan kebudayaan patriarkis adalah Jawa. Masyarakat Jawa merupakan masyarakat yang memiliki pembatasan-pembatasan tertentu dalam relasi gender yang memperlihatkan kedudukan dan peran laki-laki yang lebih dominan dibanding perempuan.

Sabtu, 07 Juli 2012

Senyum Rindu

Kepada: Mawar merah di kebun hatiku

Ku hirup oksigen dan ku suntikkan dalam darah
Mengalir keseluruh raga
akankah ada yang marah
ku lihat wajahmu lalu kusimpan senyummu sebagai rindu
akankah ada yang berang padaku

Menunggu Pagi

Menjadi manusia malam hidup dengan kedinginan
Menunggu pagi dengan cahaya mentari
Selalu setia menyinari dan menghangatkan bumi
Tapi ntah mengapa kehangatan mentari tak kurasakan dalam hati
Bahkan terangnya pun tak dapat ku lihat
Semua tetap dingin dan gelap
Sejak dia tlah membeku dan tidur lelap dalam gelap

Sejarah Nama Indonesia

Sebelum menjadi Indonesia, kepulauan di tanah air memiliki beraneka nama. Bangsa Tionghoa menyebut kawasan kepulauan tanah air dengan nama Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Reklame-reklame Pencurian

Reklame-reklame pencurian hiburan asik di jalanan
Membawa emosi penglihat ke arus kemarahan
Membawa emosi penglihat ke arus kesenangan

Kemlaratan Di Negeri Kaya

Setiap hari kemalaratan-kemlaratan bertambah di negeri kaya
Menambah penderita kelaparan dalam lumbung pangan
Ntah sejak kapan aku sendiri tidak mengerti

Do'a Sebuah Harapan

Selalu ada penyesalan
Dan kau pun sudah tahu hal itu
Rayuan-rayuan penuh kepalsuan
Wajah-wajah bertopeng nampang
Tak ada kebenaran dan tak ada cinta
Di sana penuh kebohongan

Tak Ada Lagi Air Mata

Sudah tidak ada air mata di negeriku
Menetes untuk setiap kepeng tercecar dalam tiap saku celana
Mengalir nan jauh kelemba dosa untuk para pemuda
Membasahi  kubur para saudaranya yang tak memiliki harapan

Jumat, 06 Juli 2012

Haji Misbach: Muslim Komunis

Haji Misbach memiliki posisi yang unik dalam sejarah di Tanah Air. Namanya sedahsyat Semaun, Tan Malaka, atau golongan kiri lainnya. Di kalangan gerakan Islam, memang namanya nyaris tak pernah disebut lantaran pahamnya yang beraliran komunis. Menurut Misbach, Islam dan komunisme tidak selalu harus dipertentangkan, Islam seharusnya menjadi agama yang bergerak untuk melawan penindasan dan ketidakadilan.

Sabtu, 16 Juli 2011

Revitalisasi Pancasila

Oleh: MD La Ode
Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 ditegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. Artinya, perdebatan eksistenasi Pancasila sebagai ideologi Negara sudah tertutup. Kecuali perdebatan metodologi sosialisasi Pancasila yang paling tepat terbuka lebar. Tujuannya agar Pancasila dirasakan sebagai ideologi perekat integrasi nasional dalam wadah Nation State yang dilegitimasikan empat pilar kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Jumat, 15 Juli 2011

Nation and Character Building

Dalam pendidikan karakter di lingkungan keluarga, Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik, yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan moral). Hal ini diperlukan agar anak mampu
memahami, merasakan dan sekaligus mengerjakan nilai-nilai kebajikan. Penyebab ketidakmampuan seseorang untuk berperilaku baik, walaupun secara kognitif ia mengetahui, karena ia tidak terlatih untuk melakukan kebajikan.

Sejarah Negara Islam Indonesia (NII)

Negara Islam Indonesia (NII) oleh berbagai pihak dianggap sebagai akibat dari merasa sakit hatinya kalangan Islam, dan bersifat spontanitas, lahir ketika terjadi vacuum of power di Republik Indonesia (RI). Sejak tahun 1926, telah berkumpul para ulama di Arab dari berbagai belahan dunia, termasuk Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, guna membahas rekonstruksi khillafah Islam yang runtuh pada tahun 1924. Sayangnya, syuro para ulama tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak berkelanjutan. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo merupakan orang kepercayaan Tjokroaminto menindaklanjuti usaha rekonstruksi khilafah Islam dengan menyusun brosur sikap hijrah berdasarkan keputusan kongres PSII 1936. Kemudian pada 24 April 1940, Kartosoewirjo bersama para ulama mendirikan di Malangbong. Institut shuffah merupakan suatu laboratorium pendidikan tempat mendidik kader-kader mujahid, seperti di zaman Nabi Muhammad saw. Institut shuffah yang didirikan telah melahirkan pembela-pembela Islam dengan ilmu Islam

Rabu, 11 Mei 2011

Apa Sebab Negara Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila 2

Pidato Soekarno
di Surabaya, 24 September 1955

Terbanglah kapal udaraku datang di daerah Aceh. Rakyat Aceh menyambut kedatangan Presiden, rakayat beragama Islam. Terbang lagi kapal udaraku, turun di Siborong-borong darah Batak. Rakyat Batak menyambut dengan gegap-gempita kedatangan Republik Indonesia, agamanya Kristen.
Terbang lagi, Saudara-saudara, dekat Sibolga, agama Kristen. Terbang lagi ke Selatan ke Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan, agama Islam. Demikianlah pulau di Jawa, kebanyakan beragama Islam, disana Kristen, disini Kristen. Terang lagi kapal udaraku ke Banjarmasin, kebanyakan Islam. Tetapi di Banjarmasin itu aku bertemu utusan-utusan dari suku Dayak, Saudara-saudara. Malahan di Samarinda aku berjumpa dengan utusan-utusan, bahwa rakyat Dayak yang sembilan hari sembilan malam turun dari gunung-gunung untuk menjumpai Presiden Republik Indonesia. Mereka tidak beragama Islam, tetapi beragama agamanya sendiri.
Aku ber-ibu orang Bali. Idayu Nyoman Rai nama Ibuku. Malahan jikalau aku beristirahat di Tampaksiring, desa kecil di Bali, rakyat Bali menyebut aku, kecuali Bung Karno, Bapak Karno, menyebut aku, Ida Bagus Made Karno. Aku melihat masyarakat Bali yang dua juta manusia itu beragama Hindu-Bali. Di Singaraja ada masyarakat Islam sedikit. Di Denpasar ada masyarakat Islam sedikit.

Sabtu, 30 April 2011

Apa Sebab Negara Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila (1)

Pidato: Ir. Soekarno
di Surabaya, 24 September 1955

SAUDARA-SAUDARAKU sekalian

Saya adalah orang islam, dan saya keluarga Negara Republik Indonesia. Sebagai orang islam, saya menyampaikan salami slam kepada saudara-saudara sekalian, “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebagai warga Republik Indonesia, saya menyampaikan kepada saudara-saudara sekalian, baik yang beragama islam, baik beragama Hindu-Bali, baik yang beragama lain, kepada saudara-saudara sekalian saya menyampaikan salam nasional “Merdeka”!

Jumat, 21 Januari 2011

Aku dan Cintaku

Berlari entah kapan kan berhenti
Terbang namun tak melayang
Hilang terus terbayang