Di Indonesia dikenal sistem patriarkis, meskipun terdapat variasi
corak patriarki antar budaya. Salah satu masyarakat yang kental dengan
kebudayaan patriarkis adalah Jawa. Masyarakat Jawa merupakan masyarakat yang
memiliki pembatasan-pembatasan tertentu dalam relasi gender yang memperlihatkan
kedudukan dan peran laki-laki yang lebih dominan dibanding perempuan.
Minggu, 08 Juli 2012
Sabtu, 07 Juli 2012
Senyum Rindu
Kepada: Mawar merah di kebun hatiku
Ku hirup oksigen dan ku suntikkan dalam darah
Mengalir keseluruh raga
akankah ada yang marah
ku lihat wajahmu lalu kusimpan senyummu sebagai rindu
akankah ada yang berang padaku
Ku hirup oksigen dan ku suntikkan dalam darah
Mengalir keseluruh raga
akankah ada yang marah
ku lihat wajahmu lalu kusimpan senyummu sebagai rindu
akankah ada yang berang padaku
Menunggu Pagi
Menjadi manusia malam hidup dengan kedinginan
Menunggu pagi dengan cahaya mentari
Selalu setia menyinari dan menghangatkan bumi
Tapi ntah mengapa kehangatan mentari tak kurasakan dalam hati
Bahkan terangnya pun tak dapat ku lihat
Semua tetap dingin dan gelap
Sejak dia tlah membeku dan tidur lelap dalam gelap
Menunggu pagi dengan cahaya mentari
Selalu setia menyinari dan menghangatkan bumi
Tapi ntah mengapa kehangatan mentari tak kurasakan dalam hati
Bahkan terangnya pun tak dapat ku lihat
Semua tetap dingin dan gelap
Sejak dia tlah membeku dan tidur lelap dalam gelap
Sejarah Nama Indonesia
Sebelum
menjadi Indonesia, kepulauan di tanah air memiliki beraneka nama. Bangsa
Tionghoa menyebut kawasan kepulauan tanah air dengan nama Nan-hai
(Kepulauan Laut Selatan). Bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan
Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau)
dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki
menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai
ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di
Kepulauan Dwipantara.
Reklame-reklame Pencurian
Reklame-reklame pencurian hiburan asik di jalanan
Membawa emosi penglihat ke arus kemarahan
Membawa emosi penglihat ke arus kesenangan
Membawa emosi penglihat ke arus kemarahan
Membawa emosi penglihat ke arus kesenangan
Kemlaratan Di Negeri Kaya
Setiap hari kemalaratan-kemlaratan bertambah di negeri kaya
Menambah penderita kelaparan dalam lumbung pangan
Ntah sejak kapan aku sendiri tidak mengerti
Menambah penderita kelaparan dalam lumbung pangan
Ntah sejak kapan aku sendiri tidak mengerti
Do'a Sebuah Harapan
Selalu ada penyesalan
Dan kau pun sudah tahu hal itu
Rayuan-rayuan penuh kepalsuan
Wajah-wajah bertopeng nampang
Tak ada kebenaran dan tak ada cinta
Di sana penuh kebohongan
Dan kau pun sudah tahu hal itu
Rayuan-rayuan penuh kepalsuan
Wajah-wajah bertopeng nampang
Tak ada kebenaran dan tak ada cinta
Di sana penuh kebohongan
Langganan:
Postingan (Atom)