Sabtu, 16 Juli 2011

Revitalisasi Pancasila

Oleh: MD La Ode
Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 ditegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. Artinya, perdebatan eksistenasi Pancasila sebagai ideologi Negara sudah tertutup. Kecuali perdebatan metodologi sosialisasi Pancasila yang paling tepat terbuka lebar. Tujuannya agar Pancasila dirasakan sebagai ideologi perekat integrasi nasional dalam wadah Nation State yang dilegitimasikan empat pilar kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Jumat, 15 Juli 2011

Nation and Character Building

Dalam pendidikan karakter di lingkungan keluarga, Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik, yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan moral). Hal ini diperlukan agar anak mampu
memahami, merasakan dan sekaligus mengerjakan nilai-nilai kebajikan. Penyebab ketidakmampuan seseorang untuk berperilaku baik, walaupun secara kognitif ia mengetahui, karena ia tidak terlatih untuk melakukan kebajikan.

Sejarah Negara Islam Indonesia (NII)

Negara Islam Indonesia (NII) oleh berbagai pihak dianggap sebagai akibat dari merasa sakit hatinya kalangan Islam, dan bersifat spontanitas, lahir ketika terjadi vacuum of power di Republik Indonesia (RI). Sejak tahun 1926, telah berkumpul para ulama di Arab dari berbagai belahan dunia, termasuk Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, guna membahas rekonstruksi khillafah Islam yang runtuh pada tahun 1924. Sayangnya, syuro para ulama tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak berkelanjutan. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo merupakan orang kepercayaan Tjokroaminto menindaklanjuti usaha rekonstruksi khilafah Islam dengan menyusun brosur sikap hijrah berdasarkan keputusan kongres PSII 1936. Kemudian pada 24 April 1940, Kartosoewirjo bersama para ulama mendirikan di Malangbong. Institut shuffah merupakan suatu laboratorium pendidikan tempat mendidik kader-kader mujahid, seperti di zaman Nabi Muhammad saw. Institut shuffah yang didirikan telah melahirkan pembela-pembela Islam dengan ilmu Islam

Rabu, 11 Mei 2011

Apa Sebab Negara Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila 2

Pidato Soekarno
di Surabaya, 24 September 1955

Terbanglah kapal udaraku datang di daerah Aceh. Rakyat Aceh menyambut kedatangan Presiden, rakayat beragama Islam. Terbang lagi kapal udaraku, turun di Siborong-borong darah Batak. Rakyat Batak menyambut dengan gegap-gempita kedatangan Republik Indonesia, agamanya Kristen.
Terbang lagi, Saudara-saudara, dekat Sibolga, agama Kristen. Terbang lagi ke Selatan ke Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan, agama Islam. Demikianlah pulau di Jawa, kebanyakan beragama Islam, disana Kristen, disini Kristen. Terang lagi kapal udaraku ke Banjarmasin, kebanyakan Islam. Tetapi di Banjarmasin itu aku bertemu utusan-utusan dari suku Dayak, Saudara-saudara. Malahan di Samarinda aku berjumpa dengan utusan-utusan, bahwa rakyat Dayak yang sembilan hari sembilan malam turun dari gunung-gunung untuk menjumpai Presiden Republik Indonesia. Mereka tidak beragama Islam, tetapi beragama agamanya sendiri.
Aku ber-ibu orang Bali. Idayu Nyoman Rai nama Ibuku. Malahan jikalau aku beristirahat di Tampaksiring, desa kecil di Bali, rakyat Bali menyebut aku, kecuali Bung Karno, Bapak Karno, menyebut aku, Ida Bagus Made Karno. Aku melihat masyarakat Bali yang dua juta manusia itu beragama Hindu-Bali. Di Singaraja ada masyarakat Islam sedikit. Di Denpasar ada masyarakat Islam sedikit.

Sabtu, 30 April 2011

Apa Sebab Negara Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila (1)

Pidato: Ir. Soekarno
di Surabaya, 24 September 1955

SAUDARA-SAUDARAKU sekalian

Saya adalah orang islam, dan saya keluarga Negara Republik Indonesia. Sebagai orang islam, saya menyampaikan salami slam kepada saudara-saudara sekalian, “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebagai warga Republik Indonesia, saya menyampaikan kepada saudara-saudara sekalian, baik yang beragama islam, baik beragama Hindu-Bali, baik yang beragama lain, kepada saudara-saudara sekalian saya menyampaikan salam nasional “Merdeka”!

Jumat, 21 Januari 2011

Aku dan Cintaku

Berlari entah kapan kan berhenti
Terbang namun tak melayang
Hilang terus terbayang

Selasa, 11 Januari 2011

Gagasan Sosialisme

Berikut ini adalah prinsip pertama dalam dialektika, yakni gagasan mengenai pemikiran. Prinsip pertama ini menyatakan, “Gerak pemikiran tidak lain kecuali refleksi dari gerak fakta yang dipindahkan ke dalam otak.” Pemahaman tidak lain hanyalah refleksi dari alam semesta.” Menurut paham dialektika materialisme, pemikiran adalah refleksi fakta atas otak. Materi mendahului pemikiran. Oleh karena itu, materi ketika terefleksi pada otak, maka dengan refleksi ini lahirlah pemikiran. Semua perkara dibangun di atas materi. “ Materi, bumi, alam semesta, dan kenyataan empirik adalah unsur pertama. Sedangkan akal, pemahaman, dan penginderaan serta eksistensi roh (jiwa) adalah unsur kedua.” Definisi akal yang dinyatakan dengan , “refleksi materi atas otak”, adalah definisi yang salah, bila dilihat dari dua sisi;